Kamis, 21 November 2013
Selasa, 12 November 2013
TUGAS INDIVIDU AKHLAQ TASAWUF
TUGAS
INDIVIDU
MATA KULIAH
AKHLAQ TASAWUF
2013/2014
- Dikerjakan sesuai dengan nomor Absensi
- Pengertian (Bahasa dan istilah)
- Dasar dari dalil Naqli atau Aqli
- Pembagiannya
- Urgensi bagi penataan Ruhani
- Tugas dapat dikirim lewat email ke : asmawi161@gmail.com atau dalam print out dikumpulkan paling akhir pada saat UAS.
NO ABSEN TUGAS/MATERI
1.
Taubat
dan Ubudiyah
2.
Mujahadah
dan Zuhud
3.
Waro’
dan taqwa
4.
Tawakkal
dan yaqin
5.
Khouf
dan roja’
6.
Syabar
dan Syukur
7.
Ridlo
dan Ikhlas
8.
Jujur
dan Adab
9.
Qonaah
dan Kefakiran
10.
Istiqomah
dan Rindu
11.
Khub
dan Rindu
12.
Ma’rifat
dan Musyahadah
13.
Al
Qurb dan Tafakur
14.
Dzikir
dan Al Wajd (Estase)
15.
Nafsu
dan Qolbu
16.
Ruh
dan Sirr
Rabu, 09 Oktober 2013
Tugas Individu
TUGAS INDIVIDU MAHASISWA
Membuat
Materi Ajar dengan menyertakan :
1.
Standart Kompetensi
2.
Kompetensi dasar
3.
Indikator
4.
Materi Ajar yang disesuaikan dengan Indikator
5.
8 Soal yang disesuaikan dengan indikator
a.
4 soal dalam bentuk Uraian
b.
4 Soal pilihan Ganda a - e
Semester 5 A
No Absen Tugas Materi Ajar
01 Memahami Sumber Hukum
Islam ; Al Qur’an dan Hadits
02 Memahami Sumber Hukum
Islam ; Ijma’ dan Qiyas
03 Memahami Sumber Hukum
Islam ; Hukum taklifi dan Wadl’i
04 Membangun Peradaban
di Makah
05 Iman Kepada Alloh SWT
melalui Asma’-asma’Nya
06 Iman Kepada Alloh SWT
melalui Sifat-sifatNya
07 Perilaku Terpuji
Khusnudlon
08 Iman Kepada Malaikat
09 Akhlaq ; Adab
Berpakan dan Berhias
10 Akhlaq ; Adab dalam
perjalanan, Bertamu dan menerima Tamu
11 Akhlaq ; Menghindari
Perilaku Tercela :Hasad dan Riya’
12 Akhlaq
; Menghindari Perilaku Tercela : Aniaya dan Diskriminasi
13 Zakat
14 Wakaf
15 Haji
16 Membina Umat di
Madinah
17 Iman Kepada
Rasul-rasul Allah SWT
18 Perilaku Terpuji
Taubat dan raja’
19 Transaksi Ekonomi
dalam Islam
20 Perkembangan Islam di
Abad Pertengahan (1250 M – 1800 M)
21 Iman kepada
Kitab-kitab Allah
22 Perilaku Terpuji
Menghargai Karya Orang Lain
23 Menghindari Dosa
Besar
24 Merawat Jenazah ;
Memandikan dan Mengkafani
25 Merawat Jenazah ; Mansholatkan
dan mengubur
26 Khutbah
27 Tabligh
28 Dakwah
29 Perkembangan Islam
Masa Modern (1800 M – sekarang)
30 Al
Qur’an ; Etos kerja : Q.S. Al-Mujadalah: 11 dan Q.S. Al-Jumuah: 9-10
31 Iman
kepada Hari Akhir
32 Akhlaq Terpuji ; Adil
dan ridlo
33 Akhlaq terpuji ; Amal
Shalih
34 Pernikahan ; Rukun,
Muhrim, Kewajiban Suami Istri
35 Hal Yang berhubungan
dengan Pernikahan ; Talak, Li’an, Dzihar, Ila’
36 Sejarah Perkembagnag
Islam di Indonesia
37 Ilmu Pembagian Harta
Warisan
38 Iman Kepada Qodlo’
dan Qodar
39 Perilaku terpuji
Persatuan dan Kerukunan
40 Sejara Islam Di Asia
selain Indonesia
Senin, 07 Oktober 2013
Pengobatan Diri
Penyakit yang paling
sulit untuk diobati agar sembuh adalah penyakit hati, dimana penyakit ini
tersembunyi di dalam hati manusia yang mengejawantah dalam bentuk karakter
tidak baik, diantaranya adalah iri, dengki, riya, ujub, su’udlon, bahkan
takabur. Bahkan pada saat seseorang mengidentifikasi penyakit ini seringkali
gagal untuk menemukan, tetapi akan sangat kelihatan dimata orang lain dalam
bentuk perilaku dan sikap.
Sementara penyakit-penyakit
ini sangat membahayakan bagi yang teridapi maupun bagi orang lain. Bagi yang
bersangkutan, dirinya akan selalu resah dan tidak nyaman, bahkan seringkali
melahirkan penyakit fisik karena penyakit hati ini menmpengaruhi sirkulasi
darah dalam tubuh akibat jantung nadi yang berdetak tidak normal. Dan diantara
sekian bahaya bagi yang bersangkutan adalah tidak akan bertemunya yang
bersangkutan dengan yang Maha Agung sebab terhijabi oleh penyakit-penyakit
tersebut sehingga frekuensi kedamaian dan ketenangan hanya tinggal
diangan-angan saja.
Sementara bagi orang lain
selalu merasa tidak tenang ketika berinteraksi dengan yang bersangkutan.
Adapun tekhnis pengobatan
nya adalah sebagai berikut :
1. Mengendalikan hawa nafsu dari tercela
menuju terpuji
2. Melaksanakan a’malussholikh secara terus
menerus
3. Memohon ma’unah dari Allah SWT
4. Melaksanakan syari’at
secara semestinya sebagaimana telah diatur oleh hukum fiqih
5. Dzikrulloh dengan
berbagai caranya. Ketika dzikrulloh bisa dilakukan dengan metode tepat maka
akan bisa dirasakan baik bagi yang bersangkutan maupun orang yang didekatnya.
2 Penghalang hati :
a. Nurani ; berupa macam-macam ilmu dan
ma’rifat, ketika ilmu itu tidak
membuat siempunya semakin dekat dengan Allah SWT dengan indikator ilmu tidak diterapkan
secara benar dan yang bersangkutan semakin sombong, sementara ma’rifatnya bukan
ma’rifat billah, tetapi hanya sekedar untuk tahu hal-hal yang pada umumnya
sulit dilakukan oleh orang awam (untuk menebak, untuk media mencari materi dan
lain-lain)
b. Zhulmani ; keinginan-keinginan nafsu terutama nafsu amarah, Lawwamah yang condong
kepada keburukan, dan mulhimah yang dikendalikan oleh bisikan tidak benar serta
mbelenceng dari syar’i.
Beberapa pengertian diri nafsani dan rohani
:
- Nafsani yang menyaksikan rububiyah ; QS Al A’rof 7;172
- mempunyai 2 kecenderungan ; As Syams 8
- Yang tenang ;Al Fajr 27-28
- Yang Zikir ; Al A’raf 205
- Cenderung membunuh
Diri Rohani :
- Diri rohani menentukan kesempurnaan manusia, QS As Sajadah 32 :
9
- Menerima wahyu ; QS An Nahl 16 : 2
- Bersama malaikat berkata benar : QS An Naba’ 38
- Manusia tahu Al Qur’an dan Iman : QS As Syura’ 42 ; 52
- Memberi peringata hari kiamat ; Al Mukmin 40 ; 15
- Yang berpengetahuan sedikit sekali ; Al Isro’ 85
- tempat bertumpunya Iman ; Al Mujadalah ; 22
- Isa adalah Ruh dari Allah ; An Nisa’ 171
- Diri rohani nyang ditiupkan kepada Maryam : QS At Tahrim 12
Budi Daya Jahe
Budi daya jahe merah itu sebenarnya tidak sulit, hanya butuh keberanian untuk mulai. Dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah yang kosong, bahkan halamanpun bisa digunakan ketimbang tidak termanfaatkan. Dan budi daya yang paling praktis adalah dengan menggunakan kranjang, polybag atau sag/bago/bagor.
Adapun cara budi daya jahe merah adalah sebagai berikut :
- Siapkan keranjang apakah itu keranjang dari bambu, rotan atau kayu tetapi syaratnya adalah keranjang tersebut harus memiliki tinding yang rapat sehingga tanah tidak mudah tercecer dari keranjang.
- Isi tanah atau kompos dengan ketinggian 5 cm
- Masukkan bibit jahe yang ingin di tanam
- Timbun bibit jahe dengan ketinggian 2-5 cm
- Lakukan penyiraman hingga tanah dalam keranjang menjadi basah
- Letakkan keranjang di tempat terbuka
- Lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu setiap pagi dan sore hari.
- Pada saat jahe sudah tumbuh besar dan rimpang sudah mulai kelihatan, lakukan penimbunan tanah lagi dengan ketebalan 5- 10 cm. Hal ini dilakukan berulang - ulang sampai kernjang sudah penuh dengan tanah.
- setelah penuh anda tinggal menunggu 9 bulan dan jahe sudah siap di panen satu keranjang.
Coro Kethon
Saat itu ada sekumpulan Kecoa (coro bhs jawa), mereka sedang asyik bersantap hidangan dengan keluarganya. Pada Saat itu juga tidak jauh dari tempat mereka ada keluarga manusia yang sedang duduk-duduk santai menikmati hidangan juga sambil melihat acara di televisi. Acara Televisi sedang memberitakan tentang maraknya korupsi yang dilakukan oleh para pejabat disimak sedemikian oleh keluarga manusia tersebut.
Tiba-tiba ada salah satu dari keluarga manusia ada yang bergumam : "la iya mereka itu juga pernah disumpah jabatan dengan memakai Kita Suci berseragam bagus, bahkan pada saat disumpah juga memakai Kopya (Kethu bhs jawa), tapi kok ya masih korupsi, ngempang .. apa nggak punya iman?"
Salah satunya menjawab, nampaknya dia Bapak dalam keluarga itu : "dasar Coro Kethon, memalukan ..."
Mendengar percakapan tersebut seluruh Kecoa yang asyik sedang menyantap terkaget. Salah satu Kecoa yang kecil tanya sama Ayahnya :"Yah apa sih coro kethon itu ?" sama sang Bapak di jawab : "Ooooo..... yang mereka katakan Coro Kethon tadi itu, temen mereka (sesama manusia) yang disumpah jabatan pakai kopyah tapi kelakuannya kaya Coro (Kecoa)". Si Kecil kecoa menimpali : "tapi kitakan nggak pernah melakukan kejahatan kayak mereka (manusia), kenapa mereka menyamakan pelaku keburukan diantara mereka sama dengan kita ...?????". Jawab si ayah :" Ya ... itulah manusia, biar dosa sendiri....."
Setan Minta Pansiun Dini
Tuhan : "Kenapa kamu minta. pensiun dini padahal kamu yang minta untuk selalu menggoda manusia ?"
Setan : "Hamba minta ampun Ya Tuhan, amit amit sekarang kelakuan manusia sudah melebihi setan, hamba kuatir justru hamba yang tergoda oleh manusia. Makanya hamba minta pensiun dini aja. Misalnya Saja :
Manusia BERZINA, yang enak dia, yang di salahkan hamba.
Manusia KORUPSI, dia yang menikmati, katanya digoda hamba.
Manusia SELINGKUH, dia keenakan, katanya dipengaruhi hamba.
Manusia ke DISCOUTIQ & Karaoke disana bernyanyi-nyanyi & senggol sana sini, katanya disuruh
HAMBA....
pokoknya HAMBA pensiun aja... manusia kebangetannya bener-bener deh...
Anekdot ini merupakan telaah untuk manusia, betapa manusia ketika kehilangan kemanusiaannya malah lebihi Syetan ........
Sabtu, 05 Oktober 2013
Ganja dan Sufi
Asmat, baru saja bertobat. Ia mulai menyadari masa lalunya dengan narkoba menyesatkan dirinya. Ketika mulai masuk dunia Sufi, Asmat justru kembali ke narkoba lagi. “Kamu kok begitu sih Mat? ”tegur kawannya, Darwis.
“Saya lakukan eksperimen, siapa tahu saya berdzikir sambil mengganja, tambah uueeenak, melayang dzikirku…”
“Kamu memang sudah edan makan semir Mat…”
“Coba Wis, kamu coba. Nganja sambil dzikir pasti enak tenan…”
Darwis nggak habis pikir pandangan Asmat yang kontroversial ini.
“Kamu sudah ghurur Mat. Kamu terkena tipudaya…?”
“Bagaimana kamu bilang begitu. Kan banyak orang berdzikir yang dicari nikmatnya dzikir, bahkan kalau perlu bisa nangis-nangis segala…”
“Lhahadala…Itu to yang membuatmu begitu…”
“Jelaskan?”
“Dzikir itu tujuannya agar bertemu Allah, Musyahadah kepada Allah, hadir di depan Allah. Bukan mencari nikmatnya dzikir atau…. Bisa-bisa kamu melayang nggak karuan campur syetan nanti…”
“Campur syetan bagaimana Wis?”
“Kamu nge-ganja, pasti kamu mengkhayal. Sedangkan hatimu tidak ingin sama sekali bersenang-senang dengan kenikmatan khalamu, hatimu hanya sedang mengingat Allah, bagaimana bisa nyampe pada Allah, kalau yang kau unggulkan, kau senangi selera nafsumu?”
Asmat bengong lagi….
“Sudah begini saja, teruskan nge-ganjamu. Apa kamu nanti bisa bertemu Allah atau bertemu syetan…Coba! Nanti kalau kamu dicabut nyawamu saat kamu nge-ganja sambil dzikir, kamu husnul khotimah apa su’ul khotimah, saya nggak mau ikut-ikut akh…”
Asmat lalu menyedot sekuat-kuatnya ganja yang di tangannya. Semakin lama ia mengkhayal semakin bergentar jantungnya, semakin gelisah dan gundah jiwanya. Diam-diam ia bisa membedakan mana hasrat nafsu dibalik ibadah, hasrat nafsu dengan kemanjaan dan khayalan, dan hasrat hati yang sesungguhnya.
“Wiisss…! Darwiiiiiiiisss! Kamu dimana Wis!...”
Asmat berteriak sekencang-kencangnya.
“Aku sejak tadi disini Mat. Di dekatmu….”
Asmat terkejut dan mulai menangis sesenggukan.
“Saya lakukan eksperimen, siapa tahu saya berdzikir sambil mengganja, tambah uueeenak, melayang dzikirku…”
“Kamu memang sudah edan makan semir Mat…”
“Coba Wis, kamu coba. Nganja sambil dzikir pasti enak tenan…”
Darwis nggak habis pikir pandangan Asmat yang kontroversial ini.
“Kamu sudah ghurur Mat. Kamu terkena tipudaya…?”
“Bagaimana kamu bilang begitu. Kan banyak orang berdzikir yang dicari nikmatnya dzikir, bahkan kalau perlu bisa nangis-nangis segala…”
“Lhahadala…Itu to yang membuatmu begitu…”
“Jelaskan?”
“Dzikir itu tujuannya agar bertemu Allah, Musyahadah kepada Allah, hadir di depan Allah. Bukan mencari nikmatnya dzikir atau…. Bisa-bisa kamu melayang nggak karuan campur syetan nanti…”
“Campur syetan bagaimana Wis?”
“Kamu nge-ganja, pasti kamu mengkhayal. Sedangkan hatimu tidak ingin sama sekali bersenang-senang dengan kenikmatan khalamu, hatimu hanya sedang mengingat Allah, bagaimana bisa nyampe pada Allah, kalau yang kau unggulkan, kau senangi selera nafsumu?”
Asmat bengong lagi….
“Sudah begini saja, teruskan nge-ganjamu. Apa kamu nanti bisa bertemu Allah atau bertemu syetan…Coba! Nanti kalau kamu dicabut nyawamu saat kamu nge-ganja sambil dzikir, kamu husnul khotimah apa su’ul khotimah, saya nggak mau ikut-ikut akh…”
Asmat lalu menyedot sekuat-kuatnya ganja yang di tangannya. Semakin lama ia mengkhayal semakin bergentar jantungnya, semakin gelisah dan gundah jiwanya. Diam-diam ia bisa membedakan mana hasrat nafsu dibalik ibadah, hasrat nafsu dengan kemanjaan dan khayalan, dan hasrat hati yang sesungguhnya.
“Wiisss…! Darwiiiiiiiisss! Kamu dimana Wis!...”
Asmat berteriak sekencang-kencangnya.
“Aku sejak tadi disini Mat. Di dekatmu….”
Asmat terkejut dan mulai menangis sesenggukan.
Jumat, 04 Oktober 2013
TEKA TEKI IMAM AL GHOZALI
Wahai sobat renungkan pesan dari Imam Al-Ghazali ketika berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…
Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).
Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : BumiI
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : BumiI
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.
Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.
Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
(Dari Sufinews)
Kamis, 03 Oktober 2013
Elemen Diri Manusia dalam Perspektif Al Qur'an
Agama Islam dan Diri Manusia
Alloh menjadikan
manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, oleh sebab itu Allah menjadikan
manusia sebagai khalifa dibumi. Untuk kesempurnaan manusia sebagai khalifah
Allah menjadikan 3 unsur pada diri manusia :
1.
Diri
Jasadi : dari tanah QS Al Hijr : 28, QS Al Mukminun 12
2.
Diri
Nafsani ; yang diilhami dengan fujur dan taqwa, QS. Assyams 7-8
3.
Dirii Rohani ; berasal dar sisi Allah, QS. As Sajadah ;
9
Tingkatan diri
Nafsani :
1.
Nafsul
amarah, QS. Yusuf 53
2.
Nafsul
lawwamah memiliki kecondongan, tinggal pancaran hati; QS. Al Qiyamah ; 2
3.
Nafsul
muthma’innah, QS. Al Fajr 27-28
4.
Nafsul
Mulhimah ; QS Assyams : 7-10
" Dan jiwa serta
penyempurnaannya (ciptaannya), Maka
Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang
mensucikan jiwa itu,. Dan Sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya."
5.
Nafsul
rodliyah ; QS. Al Bayina ; 8
6. Nafsul Mardliyah QS. Al Fajr : 28
Kembalilah
kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
7.
Nafsul
Kamilah, (fana’ fillah) maqom tertinggi
Macam-macam
Diri Rohani :
- Diri rohani menentukan kesempurnaan manusia, QS As Sajadah 32 : 9
- Menerima wahyu ; QS An Nahl 16 : 2
- Bersama malaikat berkata benar : QS An Naba’ 38
- Manusia tahu Al Qur’an dan Iman : QS As Syura’ 42 ; 52
- Memberi peringata hari kiamat ; Al Mukmin 40 ; 15
- Yang berpengetahuan sedikit sekali ; Al Isro’ 85
- Tempat bertumpunya Iman ; Al Mujadalah ; 22
- Isa adalah Ruh dari Allah ; An Nisa’ 171
- Berbentuk manusia sempurna ; QS Maryam 19 ;17
- Diri rohani nyang ditiupkan kepada Maryam : QS At Tahrim 12
Langganan:
Komentar
(
Atom
)









